TuLis Lagi..
Wooooooheeeeeyyyy…
Wee… Minggu Tenang nih..(or Minggu Tegang?) Wah, tugas masih banyak nih,, sekarang lg bingung mana yang harus duluan dikerjakan ya? harus ada yg jadi priority.. apakah sesuai abjad,atau dari tingkat kesulitan,,atau tanggal deadline men-submit nya? ada yang punya ide??
Ah,,bete Liverpool kalah di Final yang tidak asik untuk di tonton.. What a damn Final!! Mana goL nya JeLek2 lg.. AntiKLimaks.. Aku udh bilang ke Rafa pake formasi biasa aj,,eh.. dianya mau ikut2an gaya Ac MiLan..yah G bisa lah.. Ada hikmah yg bisa di petik dari ini semua,,yaitu kita g boleh ikut2an orang.. sekalipun dalam rangka usaha untuk menyainginya.. Kita harus punya prinsip untuk menjadi sukses.. bukan begitu? (bukaaaaannn… Tak SoBbeK2!!Koe!!)
Buat anak2 yg mau ujian Teknik Kendali (ControL Engineering) ada beberapa istilah yang penting.. barangkali ntar kLuar waktu ujian..
PLC
Programable Logic Control.
Biasanya dipakai untuk ESD (Emergency Shutdown System) untuk plant yang berhubungan Safety System suatu Plant. Awalnya system PLC tidak memerlukan adanya MMI (Man Machine Interface). Opeator dalam hal ini memerlukan interface berupa Bypass Switch, Tombol Shutdown atau Tombol Reset. Kecepatan (scan rate)pengolahan data amat menentukan dalam system PLC.
Contoh merk antara lain :
Allen Bredley, Siemens, ICS, Mitsubishi, Omron dll.
Sangat aplikatif untuk pengontrolan yang bersifat diskrit ON/OFF, Logic, Interlock atau Sequencing. Aplikasi banyak ditemui di Factory seperti car, tire , manufacturer dsb. Makanya ada istilah Factory Automation (FA). Biasanya memerlukan processing time yang sangat cepat, sebagai contoh FA-M3 punya Yokogawa bisa memprocess 20.000 step/ 1micro Sec. PLC juga dipakai di Industrial Automation (IA) seperti Chemical, Power, Oil Refinary dsb. Di area ini PLC biasanya untuk keperluan Logic. ‘Kalau kondisi sperti ini maka akan melakukan aksi seperti ini…’, atau untuk sequencing seperti Auto Start Up atau shutdown.
Untuk aplikasi yang disebut sebagai ESD Emergency Shutdown system, PLC perlu di-certify oleh badan safety seperti TUV atau yang lain dengan level yang disebut SIL : Safety Instrumented Level.
DCS
Distributed Control System
System ini yang meng"handle" proses plant. Besaran yang diukur biasanya bersifat kontinyu dan selalu diamati oleh Operator. MMI mutlak diperlukan dlm system DCS.
Fungsi Alarm, Indikasi, Kontrol dan Hstorical Data juga bagian dari system DCS ini.
Komunikasi antara sensor di field ke MMI selama ini menggunakan standard analog 4-20 mA atau untuk Temperature berupa milivolt atau resistence. Juga teknologi Fieldbus merupakan perkembangan system DCS.
Contoh Merk :
Yamatake, Yokogawa, Honeywell, Foxboro dll.
SCADA
Supervisory Control and Data Aquisition
System pengamatan dan juga kontrol di mana sensor jaraknya saling berjauhan dan di sini dikenal istilah RTU (Remote Terminal Unit), MTU (Master Terminal Unit). Komunikasi antar RTU dan MTU biasanya menggunakan radio. Sementara antara RTU ke field sensor komunikasi menggunakan standard instrumentasi.
Contoh Merk :
IDS, Schneider, Siemens, Foxboro dll.
Perkembangan System Komputer sangat mempengaruhi ketiga system tersebut sehingga secara hardware (terutama MMI) hampir semua mengikuti teknologi komputer (PC-Base) sehingga masing-masing system bisa overlapping.

